• News

    Ini Daftar Pusat Isolasi Mandiri di 24 Kecamatan di Ciamis, Mayoritas Pakai Gedung SMP



    Upaya menyeluruh dilakukan Pemkab Ciamis untuk membendung lonjakan kasus penularan Covid-19. Satu di antaranya gerak cepat membentuk pusat isolasi mandiri di tiap kecamatan.

    Sampai Jumat (23/7/2021) sore, 24 kecamatan dari 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis sudah mempersiapkan pusat isolasi mandiri.

    Bahkan di antaranya sudah ada yang siap dioperasionalkan mulai Senin (26/7/2021). Tinggal tiga kecamatan yang belum informasikan pusat isoman.

    Menurut Kadisdik Ciamis, Asep Saeful Rahmat, setelah pertemuan dengan Bupati Ciamis pada Jumat sore, dari 24 kecamatan yang sudah mempersiapkan pusat isoman, hanya tiga kecamatan yang tak menggunakan gedung SMP.

    “Kecamatan Cikoneng menggunakan gedung SMK PGRI Cikoneng. Kecamatan Sindangkasih menggunakan gedung dakwah Khairul Ummah. Kecamatan Cidolog memilih SDN 1 Janggala jadi pusat isoman,” ujarnya kepada Tribun.

    Ketiga lokasi tersebut tak terlalu jauh dari puskesmas setempat. Misalnya, gedung SMK PGRI Cikoneng berdekatan dengan Puskesmas Cikoneng di Mandalika.

    Sebagian besar kecamatan, ucapnya, memang memanfaatkan Gedung SMP terdekat yang berada di kawasan ibu kota kecamatan untuk memudahkan pengawasan dan penanganan pasien.

    Misalnya SMPN 1 Panumbangan jadi pusat isolasi mandiri untuk Kecamatan Panumbangan, SMPN 1 Baregbeg (Kecamatan Baregbeg), dan SMPN 1 Rajadesa (Kecamatan Rajadesa).

    Khusus untuk Kecamatan Ciamis, ada dua gedung SMP yang digunakan untuk pusat isoman sesuai dengan wilayah kerja puskesmas, yakni SMPN 1 Ciamis untuk wilayah 7 kelurahan di Kecamatan Ciamis dan SMPN 8 untuk wilayah 8 desa di Kecamatan Ciamis.

    Pemilihan gedung SMP sebagai lokasi pusat isoman untuk menekan ledakan angka kasus Covid-19 itu, kata Asep, lantaran sarana dan prasarana gedung SMP lebih lengkap.

    Sebagian besar kecamatan, ucapnya, memang memanfaatkan Gedung SMP terdekat yang berada di kawasan ibu kota kecamatan untuk memudahkan pengawasan dan penanganan pasien.

    Misalnya SMPN 1 Panumbangan jadi pusat isolasi mandiri untuk Kecamatan Panumbangan, SMPN 1 Baregbeg (Kecamatan Baregbeg), dan SMPN 1 Rajadesa (Kecamatan Rajadesa).

    Khusus untuk Kecamatan Ciamis, ada dua gedung SMP yang digunakan untuk pusat isoman sesuai dengan wilayah kerja puskesmas, yakni SMPN 1 Ciamis untuk wilayah 7 kelurahan di Kecamatan Ciamis dan SMPN 8 untuk wilayah 8 desa di Kecamatan Ciamis.

    Pemilihan gedung SMP sebagai lokasi pusat isoman untuk menekan ledakan angka kasus Covid-19 itu, kata Asep, lantaran sarana dan prasarana gedung SMP lebih lengkap.

    Di tiap SMP atau di lokasi pusat isoman tiap kecamatan itu ada mobil ambulans yang siaga 24 jam dan dilengkapi tabung berisi oksigen serta ventilator.

    Sementara kebutuhan ranjang (bed) di pusat isolasi tiap kecamatan tersebut menurut Asep tidak terlalu rumit. Tiap SMP di Ciamis memiliki setidkanya 3 bed di ruang UKS-nya.

    Di Ciamis ada 150 SMP, belum lagi di 744 SD masing-masing minimal punya 1 bed di ruang UKSnya. Dan itu bisa dipinjam terlebih dahulu guna dipakai di pusat isolasi masing-masing kecamatan.

    Datangkan kiai untuk memberikan ceramah

    Untuk meningkatkan imunitas warga yang sedang isolasi mandiri di pusat isoman tiap kecamatan itu dijadwalkan akan mendatangkan guru olahraga, instruktur senam, dan seniman.

    Selain itu juga dijadwal setiap pusat isoman tiap kecamatan tersebut mendatangkan ulama untuk berceramah di hadapan warga yang sedang menjalani isoman guna meningkatkan keimanan.

    Dengan begitu, warga yang sedang menjalani isoman, tidak hanya imun meningkat, tetapi juga iman.

    Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, pada kesempatan sebelumnya menyebutkan perlu dilakukan langkah cepat dan menyeluruh untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 yang sedang terjadi di Ciamis.

    Salah satu upaya tersebut adalah membentuk pusat isoman di tiap kecamatan. Mengingat isolasi mandiri yang dilakukan di rumah masing-masing tdinilai tidak efektif.

    Demikian juga pusat isoman di tingkat RT/RW dan desa juga dianggap tidak efekti karena minimnya pengawasan dan penanganan akibat terbatasnya petugas.

    Termasuk isoman di rumah, karena kurang disiplin prokes, yang awalnya hanya bapaknya yang terkonfirmasi positif.

    Setelah menjalani isoman yang kurang disiplin prokes malah isteri, anak, mertua ikut tertular sehingga angka kasus terus membengkak.

    Karena minimnya pengawasan dan penangan, tak sedikit warga yang isoman malah bebas berkeluyuran sehingga terajdi penularan Covid-19 secara bebas.

    Mengatasi hal itu, Herdiat menginstruksikan seluruh kecamatan membentuk pusat isoman. Disarankan untuk menggunakan gedung SMP atau gedung pemerintah untuk pusat isoman tersebut.

    Pusat isoman tiap kecamatan tersebut hanya untuk menampung warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang dan berat tentunya dirujuk ke rumah sakit.

    “Adanya pusat isoman di tiap kecamatan diharapkan bisa menekan lonjakan kasus penularan Covid-19 di Ciamis,” katanya.

    Daftar pusat isoman tingkat kecamatan di Ciamis:

    - Kecamatan Ciamis (SMPN 1 Ciamis dan SMPN 8 Ciamis) dan Lumbung (SMPN 1 Lumbung)
    - Cihaurbeutii (SMPN 1 Cihaurbeuti)
    - Tambaksari (SMPN 1 Tambaksari)
    - Purwodadi (SMPN 1 Purwodadi)
    - Cidolog (SDN 1 Janggala)
    - Panjalu (SMPN 1 Panjalu)
    - Racah (SMPN 1 Rancah)
    - Baregbeg (SMPN 1 Baregbeg)
    - Cipaku (SMPN 1 Cipaku)
    - Cikoneng (SMK PGRI)
    - Kawali (SMPN 3/SMPN 1 Kawali)
    - Sukadana (SMPN 1 Sukadana)
    - Panumbangan (SMPN 1 Panumbangan)
    - Rajadesa (SMPN 1 Rajadesa)
    - Pamarican (SMPN 1 Pamarican)
    - Cimaragas (SMPN 1 Cimaragas)
    - Sindangkasih (Gedung Dakwah Khoirul Ummah)
    - Banjarsari (SMPN 1 Banjarsari)
    - Sadananya (SMPN 1 Sadananya)
    - Cijeungjing (SMPN 1 Cijeungjing)
    - Panawangan (SMPN 1 Panawangan)
    - Kecamatan Banjaranyar (SMPN 3 Banjarsari di Banjaranyar).

    Sumber: TribunJabar.id

    No comments:

    Tautan

    Budaya dan Lingkungan

    Info Sekolah